Well, ini adalah pikiran ngaco saya, yang amat sangat ngaco, ha.. ha.. ha.. Teringat kembali perjalanan singkat saya ke Yogyakarta beberapa tahun yang lalu, memang singkat karena hanya 3 hari saja yang saat itu dalam rangka menghadiri Muktamar Muhammadiyah, bukan sebagai delegasi namun hanya sebagai penggembira saja, hahaha…

Posting ini muncul akibat membaca status 2 sahabat saya Efinda & Fiqih yang nampaknya sedang berlibur ke Jogja, #Congratulation,
. Well, status mereka seolah menjadi “anchor”, karena bagi saya Jogja is Borobudur, walau faktanya borobudur tidak terletak persis di Jogja, kan…??
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma). Selengkapnya di Wikipedia
Yaa, saya pernah berada di puncak borobudur, pemandangan yang membuat saya kagum, takjub, dan jujur tak mampu berkata-kata. Sungguh benar-benar nikmat dari ALLAH bagi saya, ditambah dengan arsitekturnya yang memukau dan LUAR BIASA pada jaman tersebut. Mereka mampu membangun Borobudur dengan sangat apik, rapi, kokoh, dengan teknologi yang ada saat itu, hasilnya….?? Seperti yang saya katakan, kokoh, indah, megah, dan banyak lagi untuk mengungkap rasa takjub ini.
Mendadak pikiran nyeleneh ini muncul, dan bertanya “Kira-kira bagaimana persisnya jika Borobudur dibangun pada masa ini oleh mereka (Si Udin CS) …??? Bisa jadi tak sekokoh yang ada saat ini, bisa jadi bahan-bahannya dikorup, budgetnya disunat, dibagi rame-rame, ha.. ha.. ha..
Ah sudah lupakan saja posting ngaco ini, anggap saja ini sebagai “kegembiraan” (kemarahan, red) saya atas sikap tikus-tikus rakyat di sana, yang semakin tamak, rakus, dan lebih hina dari setan,
Last, Mohon Maaf tulisan ini tidak untuk menghina siapa pun,



















Kalau dibangun masa sekarang pasti akan lebih hebat
sebelum bangunan di mulai, pembicaraan akan lebih gempar lagi dan sunatlah ujung borobudur
Hahaha, betul mas,,, Gimana jadinya kalo ujungnya disunat??
hmm, ternyata gandi pemerhati politik jg :p
Septi, bangeett… Sempat dulu ditawari jadi kader Parpol, tapi setelah dipikir “TIDAK DULU” deh.
kenapa? kan enak banyak gajinya
Hahahaha,,,, masa sih?
ah pura2 tdk tahu.. yg penting kuat iman, kl gandi kan insyaAllah tahan tuh
RIbet Sep, ogah… Mending jadi Staff Ahli aja, dibikin tobat dari dalam, hahaha…
Saya heran, gimana ya caranya peradaban jaman dulu membangun candi sebegitu indah? Butuh waktu berapa tahun? Ratusan tahun?
Ah, misteri ini sungguh indah.
Wah setuju, Misteri is Beautiful,
Bangunan candinya bakalan cepet ambruk kali gan, gara2 semennya dikorupsi…. hehehe
Hahahaha,,,, bisa jadi,