Jangan Putus Asa akan RahmatNYA, diposting oleh Nurmayanti Zain atau Maya, sapaan akrabnya, pada 28 April 2011 lalu. Menarik sekali memperhatikan dan membaca isi dari posting tersebut. Sebuah posting singkat namun kaya akan makna dan pembelajaran yang ditulis oleh Mbak Maya, membuat diri ini ELING (Sadar) bahwa benar RahmatNYA tidak terbatas, Allah Maha Besar.
Berikut adalah point yang ingin saya kutip dari posting mbak Maya,
“Jika nyawaku nanti telah dicabut, bakarlah jasadku, jadikan seperti tepung, kemudian biarkan angin menerbangkan abu jasadku itu. Demi Allah, sekiranya Allah berkenan menyiksaku, tentulah aku akan disiksa dengan siksaan yang tidak pernah ditimpakan kepada selainku.”
“Karena rasa takutku kepadaMU wahai Rabbku” atau dengan lafadz ,”Karena aku takut kepadaMu”
Bagaimana…?? Bukankah tampak jelas bahwa ALLAH MAHA BESAR, MAHA KAYA, dan MAHA PENGASIH. Benar-benar kisah yang menarik dimana rasa YAKIN, BERHARAP, dan rasa TAKUT akan ALLAH dibangun, begitulah seharusnya seorang manusia.
Sobat,
Sungguh tak berguna rasa berputus asa akan RahmatNYA, sekalipun sedang dalam masalah yang teramat berat, tetaplah YAKIN akan Rahmatnya. Bukankah Allah sudah menjamin dalam firmannya,
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”,
“sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.
QS. 94, 5-6
Sobat,
Cobalah untuk hening dalam malamNYA, berdzikirlah, dan renungkan dengan mengamati ke dalam diri. Tanyalah pada diri ini “Pernahkah Allah memutus RahmatNYA?” Jawabannya “Tidak”, Allah selalu dekat dengan hambaNYA, dan selalu memberi RahmatNYA.
Jadi, Jangan Putus Asa akan RahmatNYA. Marilah kita belajar untuk MEYAKININYA,
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kemilau Cahaya Emas yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain“.


















Manusia sendiri yg sering lupa dan pura2 lupa mengingat rahmat Allah yg begitu banyaknya
Saling mengingatkan alangkah lebih baik,
Terima kasih atas motivasinya mas.
Sama-sama, kang..