54 Komentar

Mau Jadi Apa?

Seperti yang sobat ketahui, setiap ada moment yang tepat selalu saya gunakan untuk berbicara dengan diri sendiri (unconcious, red) terutama pada malam hari. Unconcious yang selalu mendesak saya, meminta saya, untuk segera mencari misi hidup saya, dan menentukan tujuan saya…

Yang saya akui, dorongan unconcious saya belum sepenuhnya terjawab. Walau saya sadari, keinginan manusia itu bermacam-macam sesuai dengan kodratnya, dan bisa jadi selalu berubah-ubah.

Namun perlahan, entah bagaimana caranya, misi hidup saya perlahan muncul, ya untuk berbagi, berbagi, dan berbagi… Dengan tetap bersyukur pada-NYA, karena merasa dibukakan jalan, :-)

Pernah saya ceritakan, 2012 harus jadi tahun yang memberdayakan, yang otomatis merubah diri saya, agar berjalan ke arah yang lebih baik, amiin… Dan sejak NIAT saya itu, “pintu” pun terbuka, seperti di bimbing oleh-NYA menuju apa yang saya harapkan, untuk bisa senantiasa berbagi, berbagi, dan berbagi. Memang, Allah Maha Besar, :-D

Tapi saya tetap masih bingung, “Mau jadi apa?”

Saya pun teringat dengan yang diajarkan oleh Guru Virtual saya, Pak Krishnamurti, dalam Buku beliau “Share The Key”, ada bagian dimana kita diajak untuk berbincang dengan Unconcious demi mencari misi hidup kita, dengan bertanya seperti ini,

“Jika kita berani hidup, kita harus berani mati, bukan?”
“Dan, memang semua dari kita pasti mati, bukan?”
“Jadi,,, mengapa kita harus takut mati?”
“Mengapa begitu banyak orang di dunia ini takut dengan kematian?”
“Jawabannya adalah banyak orang belum tahu alasan mengapa dia hidup, bukan?”
“Untuk apa aku hidup di dunia ini?”
“Apa alasan Allah menciptakan aku ke dunia ini?”

#Gubraakk, merinding saya mencobanya. Unconcious saya belum memberi jawaban, ia hanya memerintah saya untuk terus berbagi, berbagi, dan berbagi… Ya sudah di ikuti saja, :-)

Dan mungkin 2 orang berikut bisa menjadi motivator & inspirator saya, mereka adalah,

Albert Einstein

(lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kerajaan Jerman, 14 Maret 1879 – meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 18 April 1955 pada umur 76 tahun) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”.

Milton H. Erickson

(lahir 5 Desember 1901 di Aurum, Nevada, wafat 25 Maret 1980 di Phoenix, Arizona) adalah seorang psikiater Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam hypnosis dan terapi keluarga. Ia merupakan pendiri dari American Society for Clinical Hypnosis dan anggota American Psychiatric Association, American Psychological Association, dan American Psychopathological Association.
Pengalamannya dengan hypnotherapy selama puluhan tahun telah memungkinkannya menciptakan berbagai metode yang mampu meningkatkan efektifitas sesi terapi.
Milton Erickson selalu menyadari tujuan dari hal yang ia lakukan. Bahkan pada kenyataannya, orientasi tujuannya merupakan salah satu karakteristik terpenting dari hidup dan kerjanya. Erickson dengan metode hypnotherapy-nya dapat disejajarkan dengan Freud pada psychoanalysis-nya.

Siapa yang tak kenal mereka? Einstein sangat dikenal khususnya dalam bidang FISIKA, yang saya tahu itu saja, hehehe… mau yang lengkap tanya sama srikandi fisika (Fiqih, ilmii, Efinda, CS), hahaha… :mrgreen:

Begitu pula dengan Milton H. Erickson, punggawa dalam bidang hypnosis, metodenya yang dikenal dengan Ericksonian dalam hypnotherapy, dan disebut juga Milton Model dalam NLP. Saya amat sangat menyukai menggunakan Ericksonian ini, amat sangat efektif, bahkan subject tak sadar sedang di hypnosis karena memang gaya bahasanya yang “nampak” seperti mengobrol biasa.

Einstein & Erickson telah menyumbangkan karya yang sangat penting untuk dunia, mereka memang telah tiada, namun pemikiran, semangat, dan ideologinya saya yakin masih dikenang oleh dunia.

Terinspirasi oleh dua jenius tersebut, membawa saya semakin semangat menjawab misi hidup ini… :-)

So, sebelum nafas tak lagi berhembus dalam diri, mari tanyakan pada diri ini,

“Saya mau dikenang sebagai siapa?”
dan
“Mau jadi apa?”

Terima Kasih untukmu, Einstein & Erickson
Saya yang juga masih belajar, :-)

Denpasar, 25 Januari 2012

Sumber :

#47 Catatan

Navigasi komentar

Komentar lebih baru →

54 comments on “Mau Jadi Apa?

  1. mau jadi apa ???

    saya mau jadi pengusaha muslim yang sukses bang gandi…
    mau menikah, mau memiliki keluarga sakinah, punya 2 anak, memberikan bekal yang cukup untuk mereka baik untuk dunia dan akhirat, kemudian mati duluan dengan senyuman bang :)

    gak mau melayang layang lagi dalam bermimpi, cukup itu saja walau entah kemana ikan teri ini dibawa derasnya ombak dilautan. selama ku punya pemikiran diatas apapun yang saya dapatkan akan saya sukuri dan terus berharap impian saya akan terwujud bang :D

    salam kenal ya Bang Gandi.

  2. saya mau hidup meskipun raga telah mati…..
    hehehhe (apapun artinya itu)

  3. jadi jawabannya apa, gan?
    “kamu mau jadi apa?” … ^^v

Navigasi komentar

Komentar lebih baru →

Budayakan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s