47 Komentar

Tanya Kenapa (Part 1)

#40 Catatan

Kawan, bukankah saat kita masih kecil telah diajarkan untuk saling menghormati, menghargai, dan berbagai nilai-nilai kehidupan lainnya…??

Jawablah, aku ingin mendengarnya. . .

Aku tercengang, saat engkau masih saja menyudutkan beberapa pihak, seolah tak dapat menerima kenyataan. . .

Apa yang salah dengan China, Arab, Amerika, dan bangsa lain?? Takutkah engkau mereka mengendalikan bangsa yang besar ini??

Tidak ku pungkiri, sebagian benar adanya… memang menyedihkan, :-(

Tapi ini 2012, bukan jamannya saling menyalahkan, terlebih saling membenci.

Kawan, sudah saatnya memilih yang MEMBERDAYAKAN, berdayakan ucapanmu, berdayakan pikiranmu, dan berdayakan tindakanmu, alih-alih menyalahkan.

Dari pada kau mengatakan “Kenapa ya (mereka) seolah jadi raja di negeri ini?” dengan sedikit rasa kesalmu.

Lebih baik, dan aku mengajakmu untuk merenung sejenak, tanya hatimu…

“Apa persisnya yang membuat mereka hebat?”

dan, “Apa yang seharusnya aku lakukan?”

Kawan, buatlah semakin banyak pertanyaan yang memberdayakanmu, Ayoooo, PASTI BISA… Negeri ini tak butuh keluhan, tapi butuh Ucapan, pikiran, dan tindakan yang MEMBERDAYAKAN, :-)

Ku harap, kau mengerti, :-)

Maaf, jika ada yang merasa “panas”, dan bila kau tak sepaham denganku, maka,

TANYA KENAPA??

pada dirimu itu, :-)

Sumber Gambar : Link on image

47 comments on “Tanya Kenapa (Part 1)

  1. Hal pertama yang terpikirkan oleh saya saat membaca postingan ini adalah pengalaman saya beberapa minggu lalu menjelang akhir tahun, berdebat dengan beberapa orang dari berbagai organisasi di kampus mengenai ‘Negara-Negara Adidaya’. Debat yang melelahkan, dan isinya tarik tegang urat syaraf semua, wkwk :mrgreen: Tapi jujur… saya kagum… ini pertama kalinya saya akhirnya menyaksikan seseorang menulis mengenai hal ini… di internet… saya nggak pernah berani… takut isinya adalah didebat sampai bikin capek lagi… :P

  2. mencari sisi negatif dari satu bangsa memang mudah drpd memandang sisi positifnya, padahal kalau mau melihat sisi positif suatu negara , orang malah bisa belajar dari sana, sayangnya kebanyakan cuma memandang sisi yg dianggap negatif dr satu negara, yg juga belum tentu benar, yg pada akhirnya cuma bisa menimbulkan debat yg terkadang malah menimbulkan pertikaian

  3. Singkat, padat, dan langsung ke sasaran!

    Bila part satu sudah “menonjok” gini, gimana dengan part 2? :mrgreen:

    Salam kenal :)

  4. Saya suka optimisme Anda, Masbro!! Kalo ada yang coba mendebat, saya akan bantuin (lagaknya..hehe) Memang pada akhirnya yang penting adalah melakukan apa yang kita bisa sebaik mungkin. Sekecil apa pun itu, sesederhana apa pun. Macam yang sering nongol di Kick Andy aja..Seperti mimpi saya di sini neh http://tenteraverbisa.wordpress.com/2012/01/03/belajar-dan-berbagi/. Hehe..iklan juga neh… Salam kuper eh, super!!

  5. betull,,,, lebih baik kite ngaca sendiri… :D

  6. ssstttt,, jangan rame… gandi sama fiqih neh abis arisan ya??? >.<

    emmm posting yang bagus
    #sambil manggut-manggut

  7. gak usah bingung, fiqih punya banyak stok “sesuatu” km bingungin loh yo gak kalong….

    mending kamu minta aja ma dia :P

  8. dia uda kontrak, partneran sama syahrini….., kalo gandi mau gabung, daftar dulu di fiqih :P

  9. wah, waduh…. saya tak bertanggung jawab ya??

Budayakan Berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s